I made this widget at MyFlashFetish.com.

Tampilkan postingan dengan label komik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komik. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Oktober 2011

Detective Conan: Quarter of Silence


Detective Conan: Quarter of Silence ini adalah film yg ke-15 dari seri manga dan anime Detektif Conan. Film ini diliris tanggal 16 April 2011 tapi baru di keluarkan sekitar oktober ini. Film ini juga sekaligus merayakan ulang tahun ke-15 dari anime Detective Conan, sebenarnya pada hari yang sama dengan dirilisnya film ini di buat Magic File yang ceritanya berhubungan dengan film ini juga.


[Eng Subbed] Detective Conan: Quarter Of Silence 92s Offcial Trailer



RINGKASAN FILM
Gubernur Tokyo bernama Yuuichirou Asakura mendapat ancaman bom yang akan meledak pada kereta baru yang akan dia resmikan. Untungnya Conan menemukan bom tersebut dan gubernur pun selamat walaupun kereta tersebut rusak parah. Conan berpikir bahwa pengeboman ini mungkin berhubungan dengan sebuah dam buatan sang gubernur di Niigata yang bernama bendungan Kitanosawa. Conan dan kawan-kawan pun pergi ke tempat tersebut. Sesampai di sana mereka bertemu seseorang yang baru keluar di penjara bernama Keisuke Yamao. Dia di penjara karena dia di duga sebagai pelaku tabrak lari. Korbannya bernama Natsuki Toono. Di pagi keesokan harinya, grup detektif cilik membangunkan seorang anak yang melakukan terapi fisik selama delapan tahun karena terjatuh ke jurang yang bernama Touma Tachihara. Conan berpikir bahwa dia kemungkinan mempunyai hubungan dengan Yamao karena kasus saat dia jatuh ke jurang bersamaan dengan kasus tabrak lari Yamao. Namun Touma sendiri tidak dapat mengingat apa yang terjadi saat itu. Saat mendaki bukit bersama saudara perempuan Natsuki, Mizuki Toono, teman Yamao bernama Shougo Hikawa ditemukan tewas karena disengat oleh stun-gun saat dia sedang gagal jantung. Conan berhasil menemukan trik pelaku. Dia berpikir bahwa pelakunya adalah Yamao karena sebelumnya Shougolah yang memberi tahu Kogoro bahwa Yamao baru keluar dari penjara dan takut bahwa kasus tersebut diselidiki oleh Kogoro. Di pagi keesokan harinya, Touma mengunjungi makam anjing yang menemukan dirinya jatuh ke jurang. Saat itu dia melihat cahaya mentari pagi di daerah bersalju yang disebut diamond dust. Namun Touma merasa pernah melihat cahaya tersebut sebelum dia jatuh ke jurang. Grup detektif cilik mengajak Touma untuk mengembalikan ingatannya dengan mengajaknya berkeliling. Namun si pelaku ternyata sudah mengawasi Touma dan berniat membunuhnya. Sementara itu Conan menemukan sebuah catatan bahwa Yamao adalah pelaku pencurian permata. Saat dia menelepon Haibara tiba-tiba beberapa bom meledak. Setelah itu Conan dan Haibara menyusul Ayumi, Mitsuhiko, Genta dan Touma untuk menyelamatkan mereka. Namun mereka sendiri diserang pelaku. Setelah lolos dari kejaran si pelaku mereka pergi ke sebuah Gua. Di gua tersebut, Conan memberitahu Touma bahwa Touma sendiri mungkin melihat kasus tabrak lari yang membunuh Natsuki. Mungkin Yamao pergi ke Niigata untuk kabur dari kejaran polisi. Lalu Touma dibawa oleh Yamao untuk dibungkam menggunakan stun-gun. Tapi karena mobilnya terbentur dinding, Touma terbangun dari pingsannya dan berlian curiannya terlempar keluar. Karena cahaya berlian tersebut yang mengingatkan Touma pada cahaya diamond dust. Dan saat dikejar Yamaolah, Touma terjatuh ke dalam jurang. Sesampai di ruang pengoperasian bendungan, ternyata semua penjaga bendungan sudah disengat oleh stun-gun. Dia juga melihat puluhan bom dipasang di bendungan. Sementara itu, Haibara menemukan Takehiko Mutou, pengrajin kayu diserang oleh stun-gun. Di atas bendungan Conan diserang dengan senapan, namun Yamao ditembak oleh Mizuki. Dan ternyata pelaku pembunuhan Natsuki adalah saudara kandungnya sendiri yaitu Mizuki. Mungkin Mizuki menjatuhkan Natsuki agar tertabrak oleh Yamao dan satu-satunya orang yang melihat itu hanyalah Touma. Sementara itu, ternyata bom yang dipasang oleh Yamao aktif. Setelah bom tersebut meledak air bah tersebut mengalir ke distrik Kitanosawa. Conan menggunakan snowboard barunya untuk menghentikan banjir tersebut dengan membuat longsor salju. Walaupun berhasil Conan sendiri tertimbun longsoran tersebut. Dan setiap orang yang selamat namun tertimbun oleh longsoran salju hanya dapat bertahan selama 15 menit. Conan pun dicari oleh Ran, Sonoko, Agasa dan yang lain. Dia pun selamat dengan melempar bola dari sabuknya untuk membuat timbunan salju yang menguburnya terlempar. 

Monkey Icon Mau download? klik aja *udah eng sub* >> http://www.mediafire.com/?88ar5mef8z4ty
selamat menikmati Monkey Icons Cici

Selasa, 03 Mei 2011

watashi ni shinasai

Watashi ni xx Shinasai!

Belum lama ini aku mencoba membaca manga Watashi ni xx Shinasai! karangan Toyama Ema, alias xx Me! sebagaimana yang ditampilkan di majalah Nakayoshi Gress (judulnya kurang lebih berarti ‘lakukan xx padaku!’ dengan ‘xx’ mengacu pada suatu frasa atau kata kerja).  Manga bergenre shoujo terbitan Kodansha ini kudengar menjadi sebuah ‘super hit’ di kalangan pembacanya di Jepang. Aku agak malu mengakui ini, tapi aku beneran membuka beberapa jilid Nakayoshi lama pada saat mendengar betapa seri ini menarik perhatian.
Ceritanya sendiri seputar Himuro Yukina, seorang gadis remaja eksentrik yang memiliki identitas rahasia sebagai penulis novel ponsel terkenal Yupina (lebih lanjut soal novel ponsel, atau cell phone novel, akan kutulis di bawah). Dalam kehidupan nyata, Yukina dikenal sebagai pribadi dingin-bebas-emosi yang lebih suka melewatkan waktunya dengan mengamati orang lain–sehingga ia akhirnya dicap ‘aneh’ oleh teman-teman sekolahnya yang lain.

Satu-satunya orang yang dekat dengan Yukina adalah Shimotsuki Akira, cowok culun hobi makan berponi panjang hingga menutupi mata. Akira dikisahkan adalah sepupu Yukina, yang telah dibesarkan keluarga Yukina sedari kecil semenjak wafatnya kedua orangtuanya.  Akira juga merupakan satu-satunya orang yang mengetahui rahasia Yukina sebagai Yupina, dan sedikit banyak menjadi satu-satunya orang yang terhadapnya Yukina bisa sedikit terbuka.
Pada suatu hari, Yukina mengetahui bahwa kekurangan terbesar novelnya–menurut para penggemarnya–adalah lemahnya nuansa percintaan di dalamnya. Yukina–yang jangankan soal cinta, dalam hubungan sosial biasa saja lemah–kemudian memutuskan bahwa ia harus tahu lebih banyak soal cinta dan interaksi antara pasangan-pasangan kekasih untuk bisa menutupi kekurangan di novelnya tersebut. Bagaimana lagi cara terbaik untuk memahami semua itu selain mengalami semuanya sendiri?
Maka Yukina kemudian memeras Kitami Shigure, murid teladan/ketua OSIS/cowok populer/teman sekelasnya yang sebenarnya bukan orang yang sebaik kelihatannya. Yukina untuk suatu alasan memandang Kitami sebagai orang yang tepat dibutuhkannya untuk saat ini. Lalu secara kebetulan dan licik ia berhasil meraih barang-barang bukti yang dapat menguak siapa pribadi Kitami sesungguhnya. Sehingga dengan enggan dan marah, Kitami tak punya pilihan selain menuruti keinginan Yukina.
Apa keinginan Yukina? Tentu saja, membuat Kitami berperilaku seperti kekasih terhadapnya! Yukina memberi Kitami serangkaian ‘misi’ (seperti ‘Pegang tanganku!’ ‘Peluk aku!’ dsb.) yang diharapkannya dapat membantu memberikan inspirasi untuk menciptakan nuansa cinta dalam novelnya (sekarang kalian sudah memahami arti judulnya). Dan tentu saja misi-misi gila Yukina ini menimbulkan rentetan implikasi yang tak dibayangkannya sebelumnya.
Sebagaimana yang bisa kita tebak, Kitami yang tak kalah liciknya mulai merasakan ketertarikan sungguh-sungguh terhadap Yukina. Sementara Akira, yang semenjak kecil memang telah suka pada Yukina, dengan segera hilang imej culunnya saat ia menampakkan sebelah matanya dari balik poni rambutnya yang panjang, kemudian menjelma menjadi bishounen dingin yang merayu Yukina untuk menjalankan permainan cinta ini dengan dirinya juga.

Yukina yang akhirnya merasakan debaran hati itu dibuat kegirangan karena segala perkembangan hubungan segitiga ini menjadi bahan yang hangat untuk cerita novelnya (Yukina=Lilia, putri raja berkekuatan es yang memikat hati; Kitami=sang Earl, yang tertarik pada Lilia dan sesungguhnya adalah seorang vampir; Akira=Cain, sang ksatria yang dengan setia melindungi sang putri). Tapi ia mulai kelimpungan saat menyadari bahwa emosi yang dirasakannya terhadap kedua cowok ini semakin tak terkendali juga…
It’s kinda flirty…
Aku sejak dulu suka waswas bila membaca komik-komik cewek, karena kita enggak pernah tahu kapan kita tiba-tiba dihadapkan dengan suatu perkembangan cerita yang berakhir disturbing.  Tapi bahkan dengan kesadaran itu, xx Me! adalah sebuah seri yang bagiku agak terlalu menarik untuk tak dibaca.
Plot dan perkembangan ceritanya klise dan memang agak-agak tak masuk akal. Tapi premis ceritanya yang menarik serta adegan-adegan ‘misi’-nya entah gimana selalu berhasil digambarkan dengan cara yang membuat pembaca tersipu sambil berkedip-kedip.
Oke, mungin aku sedikit melebih-lebihkan. Tapi aku tak salah bila mengatakan bahwa artwork Toyama-sensei berkontribusi besar terhadap ketenaran seri ini. Desain karakter beliau itu proporsional, dan aku sedang membicarakan soal sebuah komik cewek di sini! Yah, singkatnya, di mata cowokpun, seri ini terlihat enak buat dilihat dan diikuti (aku bukan satu-satunya orang yang berpendapat begini). Buat mereka yang masih belum paham, ya, yang kumaksudkan di sini adalah desain karakter-karakter ceweknya.
Soal cerita, jujur saja, tak banyak yang bisa kukatakan. Ini  jenis manga yang khasnya begitu gampang kau temukan dalam majalah seperti Nakayoshi. Tapi ada daya tarik lebih di dalamnya, yang untuk gampangnya, terlebih mengingat bahwa seri ini masih baru, lebih baik kalian nilai sendiri.
Cerita sedikit bertambah seru dengan munculnya Mizuno Mami, gadis teman semenjak kecil Kitami yang karena suatu alasan tertentu sudah lama tak masuk sekolah. Dia digambarkan sebagai gadis yang dari luar terlihat baik-baik namun sebenarnya ‘berbahaya,’ yang memiliki cara pandangnya sendiri dalam menyikapi permainan antara tiga orang di atas.
Bicara soal bahaya, iya, seri ini memang agak berbahaya. Tapi seberbahaya apapun seri ini, ini tetap sebuah seri yang diserialisasikan di Nakayoshi. (Argh, kuharap kalian paham sendiri yang kumaksud apa.)
Tentang novel ponsel…
Berbeda dari kebanyakan negara, text messaging handphone di Jepang dilakukan bukan melalui media SMS, melainkan media e-mail. Jadi tak heran kemudian muncul layanan info/berita/apapun berkala yang disampaikan lewat mail, yang salah satu bentuknya adalah layanan novel/cerita bersambung ini.
Di Jepang, terdapat huruf-huruf kanji yang memungkinkan satu karakter huruf digunakan untuk mewakili satu kata. Sehingga kalimat-kalimat dalam bahasa Jepang secara efektif bisa dipadatkan hanya menjadi beberapa huruf. Di sinilah letak keunggulan bahasa yang dimanfaatkan novel ponsel, karena satu bagian cerita dapat disampaikan dalam cukup banyak huruf secara menarik tanpa melebihi kuota karakter yang diperbolehkan dalam e-mail.
Sejauh yang aku tahu, siapapun yang mempunyai ponsel dapat berkontribusi untuk membuat cerita. Bahkan dengan bayaran!
Bagi mereka yang penasaran, asal kalian cukup rajin mencari di Internet, ada beberapa contoh cell phone novel terkenal yang telah diterjemahkan ke bahasa Inggris kok. Aku tak menganjurkan pengimplementasian layanan ini selain di Jepang sih. Mungkin nanti, suatu saat kelak di masa depan.